RECENT COMMENTS
  • ndhikaa: wah keren bro.. liat2 channel gw di youtube ya, gw jg ada...
  • rania: Kita kadang tertipu oleh penampilan.. tapi si badut tidak be...
  • Shanty Maniz: Gambarnya syaik2... Ajarin foto donk...
  • paman tyo: ohhh masih hidup kok. cuma semaput saja. :)...
  • orangutanz: Huaaa!!! sedih banget baru tau ada blog kayak gini. sepertin...
  • Patrick AMP Manurung: Pas lihat kartu-kartu ini: ...
  • mufti: Rasanya orang2 nggak terlalu suka dan membutuhkan jasa badut...

16.12.06 | Las Vegas Goceng

paket kartu remi dan daduKartu, dadu, dan Las Vegas. Itu jelas mencitrakan perjudian. Nah, ketiga hal itu dipaketkan seharga Rp 5.000. Saya mendapatkannya di toko serba-satu-harga Okedoku di Plaza Blok M, Jakarta Selatan.

Maka dengan uang segitu saya dapat satu set kartu dan enam buah dadu. Las Vegasnya mana? Ada pada kemasan: Las Vegas Style. Tapi tak jelas apa maksudnya.

Kartu bermerek A dengan seri 555 (banyak merek yang pakai nomor sakti tiga digit) ini tak terlalu istimewa. Dek maupun As sekop biasa saja.

Joker? Boleh juga, rada beda dari yang biasa tapi saya terkesan. Di situ ekspresi badut tak sepenuhnya riang. Seperti ada sejumput kesedihan. Mungkin karena arah luar garis alis yang miring ke bawah.


Bukankah itu seperi mewakili banyak badut? Mereka harus tampak lucu dan menghibur padahal hatinya muram. Hanya topeng atau rias wajah yang bisa menyembunyikannya.

Beberapa kali saya mendapati badut panggilan yang sedang beristirahat, dalam gerah dan lelah, padahal acara berlangsung di mal yang berpenyejuk udara. Serampung acara mereka mengemasi peralatannya, berjalan menuju parkiran — ada juga yang menunggu taksi — dengan wajah kusut.

Mungkinkah bekas cubitan dan pukulan gemas anak-anak kecil masih tersisa? Anak-anak orang lain terhibur oleh badut di pesta pusat perbelanjaan, sementara anak-anak si badut menunggu di rumah. Badut mereka adalah ayahnya sendiri, yang di rumah hanya bersinglet dan bersarung, tanpa atraksi.

Ah, lupakan saja. Itu fiktif. Saya belum mengikuti badut itu sampai ke rumahnya. Tapi pernah suatu kali saya menyusuri perkampungan padat kumuh di Jakarta Utara. Di loteng rumah petak berdinding tripleks tampak pakaian badut sedang dijemur. Tak ada gebyar semarak di situ.

Diperoleh: 10 Desember 2006 * Kontributor: sendiri * Asal kartu: RRC * Pembuat: tidak diketahui, hanya “Made in China” * Bahan: art carton * Ukuran: 57 x 81 mm * Cetak: offset

24.10.06 | Sirkus Robotik untuk Rakyat

16.08.06 | Bundar Kartu Jiran

28.07.06 | Meong Agak Lonjong

17.10.05 | Kartu Taman Safari