Archive | Bisnis RSS feed for this section

Kartu Cacat

24 Jan

Beberapa lembar kartu dalam boks Emirates ini lolos dari kendali mutu. Cetakannya kurang merata. Tapi ya biarlah, namanya juga gratisan, hasil menagih ke pramugari. :D Saya menduga kartu ini bikinan Cina, seperti umumnya kartu remi sekarang, terutama yang untuk cinderamata. Ya, mirip yang dijajakan di Alibaba.com. :)

Diperoleh: 19 Juni 2010 • Kontributor: sendiri • Asal kartu: Dubai – Dusseldorf (di atas Turki)  • Pembuat: Emirates • Bahan: art carton • Ukuran: 55 x 85 mm • Cetak: offset

Share

Miss Fanta dari Balikpapan

27 Mar

Melalui japri di Twitter, saya mendapatkan tawaran manis dan segar dari Dhani Ramadhan alias anomali: apakah saya mau kartu remi Fanta. Pucuk dicinta ulam dibrakot.  Lalu tibalah kiriman dari Balikpapan. Kartu remi itu. Terima kasih, terima jadi.

Memang kartu Fanta. Tema visualnya mewakili Fanta, lengkap dengan maskot atau ikon cewek Fanta. Deck atau punggung sama dengan kemasan. As hati, lalu keempat Raja dan Ratu,  begitu pula Joker, sangat khas dan kuat. Karena ini kiriman dari Kalimantan, padahal merupakan produk dari Coca Cola Indonesia, As pada berlian langsung mengarahkan persepsi saya ke perisai Dayak — padahal tidak mirip.

Namanya juga playing cards, maka dalam kemasan ada disklaimer: “Kartu ini hanya dibuat untuk permainan. Fanta The Coca Cola Company tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan kartu ini untuk tujuan lain.” Ah, baik untuk bermain tanpa taruhan maupu untuk berjudi, sayang rasanya jika memakai kartu ini.

Fanta adalah merek lama, yang bermula dari Jerman saat Perang Dunia II. Di sini, ketika komunikasi lisan untuk mengirim pesan masih marak (karena belum ada SMS), kata “fanta” sering menjadi pengganti “foxtrot” untuk mewakili huruf “F”. Saya tidak tahu TNI menggunakan kata apa untuk mewakili “F”, karena mereka biasanya melokalkan kata asing dengan nama geografis. Misalnya “solo-ambon-namlea-ambon” untuk mengeja “s-a-n-a”.

Terima kasih, Dhani!

Diperoleh: Maret 2010 • Kontributor: Dhani Ramadhan • Asal kartu: Balikpapan, Indonesia • Pembuat: Coca Cola Indonesia/PT Coca Cola Distribusi Indonesia • Bahan: art carton • Ukuran: 60 x 85 mm • Cetak: offset

Share

Menyambut Bal-balan Sejagat di Afsel

16 Feb

Kartu resmi FIFA World Cup 2010 juga masuk Indonesia. Penyalur resminya adalah jaringan Indomaret, yang menjual dengan harga Rp 35.000 per set. Kartu Piala Dunia di Afrika Selatan ini tampil dalam dua versi, hitam dan putih. Isinya sama. Pembuatnya adalah salah satu jagoan kartu dunia selain US Playing Cards, yakni Carta Mundi dari Belgia.

Diperoleh: Januari 2010 * Kontributor: sendiri (dibeli di Pondokgede, Rp 35.000) * Asal kartu: Belgia * Pembuat: Carta Mundi * Bahan: art carton * Ukuran: 63 x 88 mm * Cetak: offset

Share

American Expedition

5 Aug

Apa itu largemouth bass? Ternyata bukan seri atau mereka alat musik petik yang berdentam. Itu nama ikan yang tampang dan informasi tentangnya menjadi dek kartu remi. Kartu ini adalah terbitan resmi American Expedition – The Modern Day Exlplorers. Namanya juga dagangan, barang ini akhirnya sampai juga di beberapa toko Jakarta. Tak ada yang istimewa dari kartu ini selain dek dan karton kemasannya. Kartu As juga biasa, demikian pula Joker.

Diperoleh: Juli 2008 * Kontributor: sendiri, beli di Ace Hardware * Asal kartu: Amerika Serikat * Pembuat:  American Expedition – The Modern Day Explorers, dicetak di RRC * Bahan: art carton * Ukuran: 62 x 88 mm * Cetak: offset

Share

Jumawanya Amrik di Irak

12 Sep

saddam hussein uday hussein tariq aziz

KETERLALUAN! Sudah merasa paling benar sendiri, lantas menyerbu dan menduduki negeri lain, membunuh tokoh di tanah jajahan, menangkap pemimpin negeri itu dan memenjarakannya, masih pula mempermalukan negeri itu. Ya begitulah Amerika di bawah Bush yang bushyet.

wanted!Ketika Amrik meyerbu Irak, maka otak bisnis dan propaganda pun bersekongkol. Salah satu hasilnya adalah kartu remi berisikan wajah dan nama-nama petinggi Irak yang dibaikan kepada serdadu yang ditugaskan ke Irak. Alasan resminya: untuk mempermudah pencarian.

Setelah penyebaran olok-olok terhadap kabinet Saddam Hussein di tahap serdadu rampung, reproduksi kartu itu dijual untuk umum. Hasil penjualan disalurkan kepada badan-badan amal militer Amrik.

Sebagai kartu bikinan The United States Playing Card Company — yang dalam bungkusnya dengan bangga menyebut “from the maker of Bicycle Brand Playing Cards” — barang ini jelek.

Reproduksi foto-foto tokoh Irak sangat buruk. Ada yang sangat kasar rasternya, seolah mengambil dari thumbnail di halaman web dan hasil capture video. Sungguh pekerjaan amatir. Apa susahnya membeli, bahkan meminta foto, dari kantor berita?

kartu propaganda amerika kartu propaganda amerika
Sudah fotonya buruk, masih kurang lengkap. Ada 13 kartu tanpa foto, hanya berupa ikon siluet. Misalnya Rafi Abd Al-Latif Tilfah, Direktur Keamanan Umum. Memang, di banyak negeri yang namanya tampang petinggi intelijen itu jarang dipublikasikan — seperti L.B. Moerdani dulu, sebelum jadi Panglima TNI: tak suka difoto. Tapi masa iya sih penerbit kartu tak sanggup menyewa seniman untuk menggambar wajah?

Apa boleh buat, kartu ini memang sarana propaganda. Pembuatannya seolah tergesa dipepet tenggat. Tapi sebagai saksi sejarah peperangan dan kepongahan sebuah negara besar, kartu ini bernilai. Tentu yang lebih bernilai lagi adalah versi aslinya yang dikirim ke Irak.

Dengan dek loreng militer, begitu pun bungkusnya, kartu ini merupakan bagian dari dagangan Great USA Flag. Dagangan lainnya adalah poster dan kaos Iraqi Most Wanted.

Diperoleh: 22 Mei 2003 * Kontributor: sendiri [pesan via internet] * Pembuat: The US Playing Card Co untuk Great USA Flag * Bahan: art carton * Cetak: offset

(Pindahan dari tempat lama)

Share