RECENT COMMENTS

Archive for the 'Desain unik' Category

5.08.09 | Ilustrasi Jepun Modern

Ada yang khas dalam ekpsresi visual Jepang. Semodern apapun desain grafisnya dia bisa tidak terjebak menjadi Barat. Kartu-kartu ini adalah contohnya. Kartu ini unik karena setiap lembarnya berilustrasi. Maksud saya, untuk Berlian delapan itu misalnya, tidak berisi delapan ikon. Deknya juga rada beda dari kebanyakan kartu — lebih terasa sentuhan Timur Jauh-nya. Adapun Joker, silakan Anda nilai sendiri.

Diperoleh: Februari 2009 * Kontributor: sendiri (dibeli di Jakarta) * Asal kartu: Jepang * Pembuat: Entah siapa, dicetak di RRC * Bahan: art carton * Ukuran: 62 x 88 mm * Cetak: offset

5.08.09 | Kartu untuk Bocah: dari Pelangi sampai Buaya

Saya menduga kartu remi dari Jepang ini untuk anak-anak kecil. Dari tulisannya? Tentu tidak. Saya menebaknya dari desainnya yang sangat cocok untuk bocah, dengan gambar yang tampaknya melatih pengenalan benda.  Lucu juga ya, selain belajar mengenal kacamata, buah,  dan pelangi, anak-anak juga diajari mengenal buaya. Hiragana Playing Cards ini bukan buatan Jepang melainkan Cina.

Diperoleh: Februari 2009 * Kontributor: sendiri (dibeli di Jakarta) * Asal kartu: Jepang * Pembuat: Entah siapa, dicetak di RRC * Bahan: art carton * Ukuran: 62 x 88 mm * Cetak: offset

5.08.09 | Si Jumbo Jepun dari Cina

Yang istimewa dari kartu ini adalah ukurannya yang dua kali ukuran kartu biasa (lihat perbandingan pada gambar). Motif punggung dan ilustrasinya sih biasa. Untuk dipegang masih nyaman, tetapi kalau untuk dikocok oleh tangan mungil kartu jumbo agak merepotkan juga. Kurang jelas untuk apa kartu sebesar ini. Untuk orang iseng mungkin? Jika ya, dari yang iseng itu ada yang punya blog khusus kartu. :D Oh ya, kartu jumbo ini berapa kalinya kartu mini?

Diperoleh: Februari 2009 * Kontributor: sendiri (dibeli di toko barang Jepang, Jakarta, bersamaan dengan gunting kidal) * Asal kartu: RRC, tetapi memakai tulisan Jepang * Pembuat: tidak jelas. * Bahan: art carton * Ukuran: 95 x 140 mm * Cetak: offset

5.08.09 | Bukan Isapan Jempol

Ukuran kartu ini cuma 10 x 20 mm (lebih besar sedikit dari kuku jempol tangan orang dewasa), dan itu pun masih bersambungan, belum dipotong. Kartu mini ini merupakan bonus dari buku yang juga mini (7 x 8,5 cm) karya Mark Wilson, Little Book of Card Tricks. Yah, panduan sulap begitulah. Bandingkan ukuran buku mini dan kartu mini dengan ukuran kartu yang standar. Kartu mini dan buku mini hard cover berjaket ini dipertalikan oleh pita. Hati-hati, jangan sampai terpegang oleh anak bawah tiga tahun, bisa ditelan.

Diperoleh: April 2008 * Kontributor: sendiri (beli di Jakarta) * Asal kartu: Inggris (tapi cetakan RRC) * Pembuat: Running Press, London. * Bahan: art carton * Ukuran: 10 x 20 mm * Cetak: offset

16.12.06 | Las Vegas Goceng

paket kartu remi dan daduKartu, dadu, dan Las Vegas. Itu jelas mencitrakan perjudian. Nah, ketiga hal itu dipaketkan seharga Rp 5.000. Saya mendapatkannya di toko serba-satu-harga Okedoku di Plaza Blok M, Jakarta Selatan.

Maka dengan uang segitu saya dapat satu set kartu dan enam buah dadu. Las Vegasnya mana? Ada pada kemasan: Las Vegas Style. Tapi tak jelas apa maksudnya.

Kartu bermerek A dengan seri 555 (banyak merek yang pakai nomor sakti tiga digit) ini tak terlalu istimewa. Dek maupun As sekop biasa saja.

Joker? Boleh juga, rada beda dari yang biasa tapi saya terkesan. Di situ ekspresi badut tak sepenuhnya riang. Seperti ada sejumput kesedihan. Mungkin karena arah luar garis alis yang miring ke bawah.


Bukankah itu seperti mewakili banyak badut? Mereka harus tampak lucu dan menghibur padahal hatinya muram. Hanya topeng atau rias wajah yang bisa menyembunyikannya.

Beberapa kali saya mendapati badut panggilan yang sedang beristirahat, dalam gerah dan lelah, padahal acara berlangsung di mal yang berpenyejuk udara. Serampung acara mereka mengemasi peralatannya, berjalan menuju parkiran — ada juga yang menunggu taksi — dengan wajah kusut.

Mungkinkah bekas cubitan dan pukulan gemas anak-anak kecil masih tersisa? Anak-anak orang lain terhibur oleh badut di pesta pusat perbelanjaan, sementara anak-anak si badut menunggu di rumah. Badut mereka adalah ayahnya sendiri, yang di rumah hanya bersinglet dan bersarung, tanpa atraksi.

Ah, lupakan saja. Itu fiktif. Saya belum mengikuti badut itu sampai ke rumahnya. Tapi pernah suatu kali saya menyusuri perkampungan padat kumuh di Jakarta Utara. Di loteng rumah petak berdinding tripleks tampak pakaian badut sedang dijemur. Tak ada gebyar semarak di situ.

Diperoleh: 10 Desember 2006 * Kontributor: sendiri * Asal kartu: RRC * Pembuat: tidak diketahui, hanya “Made in China” * Bahan: art carton * Ukuran: 57 x 81 mm * Cetak: offset