RECENT COMMENTS
  • paman tyo: ohhh masih hidup kok. cuma semaput saja. :)...
  • orangutanz: Huaaa!!! sedih banget baru tau ada blog kayak gini. sepertin...
  • Patrick AMP Manurung: Pas lihat kartu-kartu ini: ...
  • mufti: Rasanya orang2 nggak terlalu suka dan membutuhkan jasa badut...
  • annots: saya boleh ikut pasang 1000-an ndak paman?...
  • fahmi!: nggak semua badut itu lucu buat semua orang, beberapa malah...
  • Ralaalelprora: Make peace, not war!...

Archive for the 'Indonesia' Category

24.10.06 | Sirkus Robotik untuk Rakyat

Kartu kecil seukuran setengah kartu biasa ini saya beli di kaki lima dekat sekolah anak saya. Harganya Rp 1.000. Khas cetakan abal-abal: kasar, register warna maupun tanda potong diabaikan, dan tiografinya ditata sesempatnya. Bentuk kartu tak punya sudut tumpul, semuanya tajam.

Mereknya sangat Indonesia: Sirkus. Betul, dengan “k”, bukan “c” di tengah. Sekilas mirip kartu kecil Elephant dari RRC karena ada gambar gajahnya, dengan kemasan di luar berwarba kuning.

Tapi sejujurnya saja, untuk mencari kartu kecil Elephant yang asli pun semakin sulit. Banyak penirunya, termasuk yang diaku dari Cina.

Lantas di mana keistimewaan kartu ini? Pada merek, kertas, kualitas cetak, kualitas potong, dan… Joker yang mencoba memahami tren anak-anak: robot. Kartu As-nya sih mirip umumnya kartu merek lain.

Harga murah, kualitas semaunya, bahkan Joker cuma satu, tapi As sekop (waru) ada dua, mengesankan produk ini untuk rakyat yang tak banyak menuntut.


Bagaimana memainkan kartu ini, dari mengocok sampai memegang, hanya tangan-tangan mungil yang sanggup. Orang dewasa gemuk gempal, dengan tangan berjari pisang susu, akan repot memainkannya.

Diperoleh: 2005 | Kontributor: sendiri | Asal kartu: (mungkin) Indonesia | Pembuat: tidak diketahui | Bahan: karton | Ukuran: 3,5 cm x 5 cm | Cetak: offset

17.10.05 | Kartu Taman Safari

SEBERAPA JAUH JARAK KOTA BOGOR DAN TAMAN SAFARI INDONESIA DI CISARUA? Ada tiga bloggers yang dapat menjawab. Yakni Mpok Bina, Jeng Bril, dan Nona Golda. Kalau hitungan saya sih sekitar 24 km — tidak melewati jalan tol.

Lantas apa urusannya dengan kartu remi? Nggak ada. Tapi kalau mau maksa, ada pertanyaan: apakah di TSI juga dijual kartu remi? Saya lupa, selain kaos dan stiker apakah ada juga merchandising berupa kartu. Setidaknya berdasarkan kunjungan saya terakhir kali, pertengahan 2004, tak ada kartu di sana.

Nah, misalkan TSI bikin kartu macam ini, kayaknya menarik juga. Bisa memampangkan koleksinya sebagai foto, bisa juga berupa kartun seperti kartu ini.

Lantas ini kartu mana? Amrik. Apakah untuk kebun binatang atau taman safari sana? Entah. Mereknya sih Pier1 Imports, Fort Worth, Texas 76161, USA, dengan harga tertera US$ 1,75.

Yang pasti kartu ini menyebut diri “made in Indonesia“, bukan “made to oder” [kalau ini pasti bikinan Bali] maupun “made in heaven“. Memang untuk diekspor. Dan seperti halnya produk garmen untuk ekspor, ada saja yang tercecer di pasar lokal, termasuk kartu ini yang ternyata dijual di sebuah toko di Jalan Dewi Sartika, Bogor.

Diperoleh: Juli 2003 * Kontributor: Tiksna Pramudita & Evie Soetomo * Asal kartu: Bogor * Pembuat: N.N. untuk Pier 1 Imports, USA * Bahan: art carton * Ukuran: 67 mm x 87 mm * Cetak: offset

(Pindahan dari tempat lama)

28.09.05 | Kartu Wayang Buatan Nyonya

kartu wayangKARTU INI BUATAN SEORANG IBU RUMAH TANGGA, KETURUNAN BELANDA, DI YOGYAKARTA, SEKITAR 1978-1979, DAN DIPASARKAN MULAI AWAL 80-AN. Digambar sepenuhnya manual, tanpa bantuan komputer — kecuali, tentu, saat repro dan separasi warna.

Sungguh menyesal saya tak ingat nama Ibu itu. Saya cari di Dokumentasi Kompas tak ada hasil karena arsip masa itu belum didigitalkan.

Saya sudah menanya Pak Julius Pour, wartawan Kompas yang saat itu memimpin Biro Jateng & DIY, dan menulis feature tentang Ibu itu dan karyanya. Tapi JUP, demikian nama tulisnya, tak ingat tulisan itu kira-kira di bulan apa pada tahun berapa. Nama Ibu itu pun dia lupa, padahal setahu saya JUP, teman ayah saya itu, di masa mudanya adalah wartawan berdaya ingat kuat, bisa wawancara tanpa mencatat.

Beruntung, setelah jadi mainan adik-adik saya, dengan karton pembungkus raib, kartu ini masih terselamatkan. Lusuh tapi berharga.

Barangkali Lantip bisa menanyakan ke Karta Pustaka, siapa gerangan Ibu yang mendesain kartu dengan As Sekop Gunungan, Raja Daun Keriting berupa Prabu Kresna, Joker berupa Cakil, dan dek berupa motif batik kawung. Kenapa Karta Pustaka, karena kalau saya tak salah ingat lembaga itu pernah menjual kartu ini.

Diperoleh: 1980 * Kontributor: sendiri * Asal kartu: Yogyakarta * Pembuat: belum diketahui * Bahan: art carton * Cetak: offset