24.10.06 | Sirkus Robotik untuk Rakyat


Kartu kecil seukuran setengah kartu biasa ini saya beli di kaki lima dekat sekolah anak saya. Harganya Rp 1.000. Khas cetakan abal-abal: kasar, register warna maupun tanda potong diabaikan, dan tiografinya ditata sesempatnya. Bentuk kartu tak punya sudut tumpul, semuanya tajam.
Mereknya sangat Indonesia: Sirkus. Betul, dengan “k”, bukan “c” di tengah. Sekilas mirip kartu kecil Elephant dari RRC karena ada gambar gajahnya, dengan kemasan di luar berwarba kuning.
Tapi sejujurnya saja, untuk mencari kartu kecil Elephant yang asli pun semakin sulit. Banyak penirunya, termasuk yang diaku dari Cina.
Lantas di mana keistimewaan kartu ini? Pada merek, kertas, kualitas cetak, kualitas potong, dan… Joker yang mencoba memahami tren anak-anak: robot. Kartu As-nya sih mirip umumnya kartu merek lain.
Harga murah, kualitas semaunya, bahkan Joker cuma satu, tapi As sekop (waru) ada dua, mengesankan produk ini untuk rakyat yang tak banyak menuntut.

Bagaimana memainkan kartu ini, dari mengocok sampai memegang, hanya tangan-tangan mungil yang sanggup. Orang dewasa gemuk gempal, dengan tangan berjari pisang susu, akan repot memainkannya.
Diperoleh: 2005 | Kontributor: sendiri | Asal kartu: (mungkin) Indonesia | Pembuat: tidak diketahui | Bahan: karton | Ukuran: 3,5 cm x 5 cm | Cetak: offset


Nah, misalkan TSI bikin kartu macam ini, kayaknya menarik juga. Bisa memampangkan koleksinya sebagai foto, bisa juga berupa kartun seperti kartu ini.
KARTU INI BUATAN SEORANG IBU RUMAH TANGGA, KETURUNAN BELANDA, DI YOGYAKARTA, SEKITAR 1978-1979, DAN DIPASARKAN MULAI AWAL 80-AN. Digambar sepenuhnya manual, tanpa bantuan komputer — kecuali, tentu, saat repro dan separasi warna.
Beruntung, setelah jadi mainan adik-adik saya, dengan karton pembungkus raib, kartu ini masih terselamatkan. Lusuh tapi berharga.