Archive | Pariwisata RSS feed for this section

Yang Lucu dari Dagadu

21 Jan

Dari Indonesia saya jarang mendapatkan kartu yang benar-benar unik. Tapi produk Dagadu Djokja ini merupakan pengecualian. Set kartu betul-betul dikemas sebagai produk grafis yang nyeni dan layak koleksi. Dari boksnya saja sudah bicara.

Dan selayaknya set kartu maka pada as sekop dirancang berbeda. Adapun dek atau punggung kartu bagi saya sangat pas. Begitu pula jokernya.

Dari mana gambar-gambar itu? Dari desain yang pernah diterapkan untuk kaos-kaos Dagadu. Gaya pop art ala Roy Lichtenstein  (“Jogja Geraah”, 6 klover) misalnya, itu keluaran 1994/95. Saya punya kaosnya.

Set kartu yang penuh pelesetan gaya Yogya ini saya peroleh Desember 2009, ketika saya ke Yogya diundang Dagadu untuk diskusi terbatas. Semoga Dagadu masih ada sedia kartu ini.

Diperoleh: Desember 2009 • Kontributor: A. Noor Arief & Dagadu • Asal kartu: Yogyakarta, Indonesia • Pembuat: PT Aseli Dagadu Djokdja • Bahan: art carton • Ukuran: 62 x 87 mm • Cetak: offset

Catatan: Anda mungkin bingung dalam artikel ini ada Yogyakarta, Yogya, Djokja, dan Jogja. Saya sampai saat ini masih memakai dua kata yang pertama. :D

Share

American Expedition

5 Aug

Apa itu largemouth bass? Ternyata bukan seri atau mereka alat musik petik yang berdentam. Itu nama ikan yang tampang dan informasi tentangnya menjadi dek kartu remi. Kartu ini adalah terbitan resmi American Expedition – The Modern Day Exlplorers. Namanya juga dagangan, barang ini akhirnya sampai juga di beberapa toko Jakarta. Tak ada yang istimewa dari kartu ini selain dek dan karton kemasannya. Kartu As juga biasa, demikian pula Joker.

Diperoleh: Juli 2008 * Kontributor: sendiri, beli di Ace Hardware * Asal kartu: Amerika Serikat * Pembuat:  American Expedition – The Modern Day Explorers, dicetak di RRC * Bahan: art carton * Ukuran: 62 x 88 mm * Cetak: offset

Share

Bundar Kartu Jiran

16 Aug

kartu bundar cap petronas dari malaysia

APA BEDA BULAT DAN BUNDAR? Ini bukan rubrik bahasa. Jadi saya sebut saja kartu dari Malaysia ini bundar. Punggungnya bergambar tetenger (landmark) kebangsaan dan kebanggan mereka: menara kembar Petronas.

Kartu bundar ini seperti tatakan gelas. Bagaimana cara memainkannya saya belum tahu dan belum mencoba. Yang pasti untuk mengocoknya terasa agak aneh, seolah kartunya hendak lolos.

kartu remi bundar kartu remi bundar
Semua penanda kartu, dari A-K-Q-J sampai 2, ditaruh pada lebih dari satu titik. Kartu K dan Q mendapatkan enam titik. Kartu J dan A dijatah lima titik — sama seperti kartu lainnya. Adapun Joker tak menampilkan badut, melainkan kesatria berketopong dan berbaju zirah sedang melawan naga versi Eropa lama.

kartu remi bundar kartu remi bundar
Lantas apanya yang khas Malaysia selain Petronas? Harap maklum, kartu cinderamata di banyak negara akhirnya mendekati generik — hanya punggungnya yang berbeda — karena dipasok dari RRC. Kartu yang ini unik karena bundar. Carilah kartu bundar di sembarang toko, belum tentu ada sedia.

Diperoleh: 17 April 2006 | Kontributor: Binawati Prihandayani | Asal kartu: Malaysia | Pembuat: tidak diketahui, hanya “Made in China” | Bahan: art carton | Ukuran: diameter 7 cm | Cetak: offset

Share

Kartu Taman Safari

17 Oct

SEBERAPA JAUH JARAK KOTA BOGOR DAN TAMAN SAFARI INDONESIA DI CISARUA? Ada tiga bloggers yang dapat menjawab. Yakni Mpok Bina, Jeng Bril, dan Nona Golda. Kalau hitungan saya sih sekitar 24 km — tidak melewati jalan tol.

Lantas apa urusannya dengan kartu remi? Nggak ada. Tapi kalau mau maksa, ada pertanyaan: apakah di TSI juga dijual kartu remi? Saya lupa, selain kaos dan stiker apakah ada juga merchandising berupa kartu. Setidaknya berdasarkan kunjungan saya terakhir kali, pertengahan 2004, tak ada kartu di sana.

Nah, misalkan TSI bikin kartu macam ini, kayaknya menarik juga. Bisa memampangkan koleksinya sebagai foto, bisa juga berupa kartun seperti kartu ini.

Lantas ini kartu mana? Amrik. Apakah untuk kebun binatang atau taman safari sana? Entah. Mereknya sih Pier1 Imports, Fort Worth, Texas 76161, USA, dengan harga tertera US$ 1,75.

Yang pasti kartu ini menyebut diri “made in Indonesia“, bukan “made to oder” [kalau ini pasti bikinan Bali] maupun “made in heaven“. Memang untuk diekspor. Dan seperti halnya produk garmen untuk ekspor, ada saja yang tercecer di pasar lokal, termasuk kartu ini yang ternyata dijual di sebuah toko di Jalan Dewi Sartika, Bogor.

Diperoleh: Juli 2003 * Kontributor: Tiksna Pramudita & Evie Soetomo * Asal kartu: Bogor * Pembuat: N.N. untuk Pier 1 Imports, USA * Bahan: art carton * Ukuran: 67 mm x 87 mm * Cetak: offset

(Pindahan dari tempat lama)

Share

Kartu Wayang Buatan Nyonya

28 Sep

kartu wayangKARTU INI BUATAN SEORANG IBU RUMAH TANGGA, KETURUNAN BELANDA, DI YOGYAKARTA, SEKITAR 1978-1979, DAN DIPASARKAN MULAI AWAL 80-AN. Digambar sepenuhnya manual, tanpa bantuan komputer — kecuali, tentu, saat repro dan separasi warna.

Sungguh menyesal saya tak ingat nama Ibu itu. Saya cari di Dokumentasi Kompas tak ada hasil karena arsip masa itu belum didigitalkan.

Saya sudah menanya Pak Julius Pour, wartawan Kompas yang saat itu memimpin Biro Jateng & DIY, dan menulis feature tentang Ibu itu dan karyanya. Tapi JUP, demikian nama tulisnya, tak ingat tulisan itu kira-kira di bulan apa pada tahun berapa. Nama Ibu itu pun dia lupa, padahal setahu saya JUP, teman ayah saya itu, di masa mudanya adalah wartawan berdaya ingat kuat, bisa wawancara tanpa mencatat.

Beruntung, setelah jadi mainan adik-adik saya, dengan karton pembungkus raib, kartu ini masih terselamatkan. Lusuh tapi berharga.

Barangkali Lantip bisa menanyakan ke Karta Pustaka, siapa gerangan Ibu yang mendesain kartu dengan As Sekop Gunungan, Raja Daun Keriting berupa Prabu Kresna, Joker berupa Cakil, dan dek berupa motif batik kawung. Kenapa Karta Pustaka, karena kalau saya tak salah ingat lembaga itu pernah menjual kartu ini.

Diperoleh: 1980 * Kontributor: sendiri * Asal kartu: Yogyakarta * Pembuat: belum diketahui * Bahan: art carton * Cetak: offset

Share