RECENT COMMENTS
  • paman tyo: ohhh masih hidup kok. cuma semaput saja. :)...
  • orangutanz: Huaaa!!! sedih banget baru tau ada blog kayak gini. sepertin...
  • Patrick AMP Manurung: Pas lihat kartu-kartu ini: ...
  • mufti: Rasanya orang2 nggak terlalu suka dan membutuhkan jasa badut...
  • annots: saya boleh ikut pasang 1000-an ndak paman?...
  • fahmi!: nggak semua badut itu lucu buat semua orang, beberapa malah...
  • Ralaalelprora: Make peace, not war!...

Archive for the 'Politik' Category

12.09.05 | Jumawanya Amrik di Irak

saddam hussein uday hussein tariq aziz

KETERLALUAN! Sudah merasa paling benar sendiri, lantas menyerbu dan menduduki negeri lain, membunuh tokoh di tanah jajahan, menangkap pemimpin negeri itu dan memenjarakannya, masih pula mempermalukan negeri itu. Ya begitulah Amerika di bawah Bush yang bushyet.

wanted!Ketika Amrik meyerbu Irak, maka otak bisnis dan propaganda pun bersekongkol. Salah satu hasilnya adalah kartu remi berisikan wajah dan nama-nama petinggi Irak yang dibaikan kepada serdadu yang ditugaskan ke Irak. Alasan resminya: untuk mempermudah pencarian.

Setelah penyebaran olok-olok terhadap kabinet Saddam Hussein di tahap serdadu rampung, reproduksi kartu itu dijual untuk umum. Hasil penjualan disalurkan kepada badan-badan amal militer Amrik.

Sebagai kartu bikinan The United States Playing Card Company — yang dalam bungkusnya dengan bangga menyebut “from the maker of Bicycle Brand Playing Cards” — barang ini jelek.

Reproduksi foto-foto tokoh Irak sangat buruk. Ada yang sangat kasar rasternya, seolah mengambil dari thumbnail di halaman web dan hasil capture video. Sungguh pekerjaan amatir. Apa susahnya membeli, bahkan meminta foto, dari kantor berita?

kartu propaganda amerika kartu propaganda amerika
Sudah fotonya buruk, masih kurang lengkap. Ada 13 kartu tanpa foto, hanya berupa ikon siluet. Misalnya Rafi Abd Al-Latif Tilfah, Direktur Keamanan Umum. Memang, di banyak negeri yang namanya tampang petinggi intelijen itu jarang dipublikasikan — seperti L.B. Moerdani dulu, sebelum jadi Panglima TNI: tak suka difoto. Tapi masa iya sih penerbit kartu tak sanggup menyewa seniman untuk menggambar wajah?

Apa boleh buat, kartu ini memang sarana propaganda. Pembuatannya seolah tergesa dipepet tenggat. Tapi sebagai saksi sejarah peperangan dan kepongahan sebuah negara besar, kartu ini bernilai. Tentu yang lebih bernilai lagi adalah versi aslinya yang dikirim ke Irak.

Dengan dek loreng militer, begitu pun bungkusnya, kartu ini merupakan bagian dari dagangan Great USA Flag. Dagangan lainnya adalah poster dan kaos Iraqi Most Wanted.

Diperoleh: 22 Mei 2003 * Kontributor: sendiri [pesan via internet] * Pembuat: The US Playing Card Co untuk Great USA Flag * Bahan: art carton * Cetak: offset

(Pindahan dari tempat lama)