RECENT COMMENTS

5.08.09 | Bukan Isapan Jempol

Ukuran kartu ini cuma 10 x 20 mm (lebih besar sedikit dari kuku jempol tangan orang dewasa), dan itu pun masih bersambungan, belum dipotong. Kartu mini ini merupakan bonus dari buku yang juga mini (7 x 8,5 cm) karya Mark Wilson, Little Book of Card Tricks. Yah, panduan sulap begitulah. Bandingkan ukuran buku mini dan kartu mini dengan ukuran kartu yang standar. Kartu mini dan buku mini hard cover berjaket ini dipertalikan oleh pita. Hati-hati, jangan sampai terpegang oleh anak bawah tiga tahun, bisa ditelan.

Diperoleh: April 2008 * Kontributor: sendiri (beli di Jakarta) * Asal kartu: Inggris (tapi cetakan RRC) * Pembuat: Running Press, London. * Bahan: art carton * Ukuran: 10 x 20 mm * Cetak: offset

16.12.06 | Las Vegas Goceng

paket kartu remi dan daduKartu, dadu, dan Las Vegas. Itu jelas mencitrakan perjudian. Nah, ketiga hal itu dipaketkan seharga Rp 5.000. Saya mendapatkannya di toko serba-satu-harga Okedoku di Plaza Blok M, Jakarta Selatan.

Maka dengan uang segitu saya dapat satu set kartu dan enam buah dadu. Las Vegasnya mana? Ada pada kemasan: Las Vegas Style. Tapi tak jelas apa maksudnya.

Kartu bermerek A dengan seri 555 (banyak merek yang pakai nomor sakti tiga digit) ini tak terlalu istimewa. Dek maupun As sekop biasa saja.

Joker? Boleh juga, rada beda dari yang biasa tapi saya terkesan. Di situ ekspresi badut tak sepenuhnya riang. Seperti ada sejumput kesedihan. Mungkin karena arah luar garis alis yang miring ke bawah.


Bukankah itu seperti mewakili banyak badut? Mereka harus tampak lucu dan menghibur padahal hatinya muram. Hanya topeng atau rias wajah yang bisa menyembunyikannya.

Beberapa kali saya mendapati badut panggilan yang sedang beristirahat, dalam gerah dan lelah, padahal acara berlangsung di mal yang berpenyejuk udara. Serampung acara mereka mengemasi peralatannya, berjalan menuju parkiran — ada juga yang menunggu taksi — dengan wajah kusut.

Mungkinkah bekas cubitan dan pukulan gemas anak-anak kecil masih tersisa? Anak-anak orang lain terhibur oleh badut di pesta pusat perbelanjaan, sementara anak-anak si badut menunggu di rumah. Badut mereka adalah ayahnya sendiri, yang di rumah hanya bersinglet dan bersarung, tanpa atraksi.

Ah, lupakan saja. Itu fiktif. Saya belum mengikuti badut itu sampai ke rumahnya. Tapi pernah suatu kali saya menyusuri perkampungan padat kumuh di Jakarta Utara. Di loteng rumah petak berdinding tripleks tampak pakaian badut sedang dijemur. Tak ada gebyar semarak di situ.

Diperoleh: 10 Desember 2006 * Kontributor: sendiri * Asal kartu: RRC * Pembuat: tidak diketahui, hanya “Made in China” * Bahan: art carton * Ukuran: 57 x 81 mm * Cetak: offset

24.10.06 | Sirkus Robotik untuk Rakyat

Kartu kecil seukuran setengah kartu biasa ini saya beli di kaki lima dekat sekolah anak saya. Harganya Rp 1.000. Khas cetakan abal-abal: kasar, register warna maupun tanda potong diabaikan, dan tiografinya ditata sesempatnya. Bentuk kartu tak punya sudut tumpul, semuanya tajam.

Mereknya sangat Indonesia: Sirkus. Betul, dengan “k”, bukan “c” di tengah. Sekilas mirip kartu kecil Elephant dari RRC karena ada gambar gajahnya, dengan kemasan di luar berwarba kuning.

Tapi sejujurnya saja, untuk mencari kartu kecil Elephant yang asli pun semakin sulit. Banyak penirunya, termasuk yang diaku dari Cina.

Lantas di mana keistimewaan kartu ini? Pada merek, kertas, kualitas cetak, kualitas potong, dan… Joker yang mencoba memahami tren anak-anak: robot. Kartu As-nya sih mirip umumnya kartu merek lain.

Harga murah, kualitas semaunya, bahkan Joker cuma satu, tapi As sekop (waru) ada dua, mengesankan produk ini untuk rakyat yang tak banyak menuntut.


Bagaimana memainkan kartu ini, dari mengocok sampai memegang, hanya tangan-tangan mungil yang sanggup. Orang dewasa gemuk gempal, dengan tangan berjari pisang susu, akan repot memainkannya.

Diperoleh: 2005 | Kontributor: sendiri | Asal kartu: (mungkin) Indonesia | Pembuat: tidak diketahui | Bahan: karton | Ukuran: 3,5 cm x 5 cm | Cetak: offset

16.08.06 | Bundar Kartu Jiran

kartu bundar cap petronas dari malaysia

APA BEDA BULAT DAN BUNDAR? Ini bukan rubrik bahasa. Jadi saya sebut saja kartu dari Malaysia ini bundar. Punggungnya bergambar tetenger (landmark) kebangsaan dan kebanggan mereka: menara kembar Petronas.

Kartu bundar ini seperti tatakan gelas. Bagaimana cara memainkannya saya belum tahu dan belum mencoba. Yang pasti untuk mengocoknya terasa agak aneh, seolah kartunya hendak lolos.

kartu remi bundar kartu remi bundar
Semua penanda kartu, dari A-K-Q-J sampai 2, ditaruh pada lebih dari satu titik. Kartu K dan Q mendapatkan enam titik. Kartu J dan A dijatah lima titik — sama seperti kartu lainnya. Adapun Joker tak menampilkan badut, melainkan kesatria berketopong dan berbaju zirah sedang melawan naga versi Eropa lama.

kartu remi bundar kartu remi bundar
Lantas apanya yang khas Malaysia selain Petronas? Harap maklum, kartu cinderamata di banyak negara akhirnya mendekati generik — hanya punggungnya yang berbeda — karena dipasok dari RRC. Kartu yang ini unik karena bundar. Carilah kartu bundar di sembarang toko, belum tentu ada sedia.

Diperoleh: 17 April 2006 | Kontributor: Binawati Prihandayani | Asal kartu: Malaysia | Pembuat: tidak diketahui, hanya “Made in China” | Bahan: art carton | Ukuran: diameter 7 cm | Cetak: offset

28.07.06 | Meong Agak Lonjong

kotak kartu kucing kotak kartu kucing
KARTU INI AGAK LONJONG. Bertemakan kucing. A, K, Q, J sampai Joker semuanya bergambar meong hasil repro lukisan. Kartu As sekop, yang biasanya menjadi andalan sebuah merek kartu, bergambar kucing bali.

Kartu yang kalau dipegang serasa irisan tipis-memanjang mangga ini dikemas dalam wadah mirip kapsul. Desainnya fancy, hijau segar, dan ehm… rada feminin. Padahal penggemar kucing tak hanya wanita kan?

Jika menyangkut pria maka kaum adam sering disamakan dengan kucing. Mungkin karena sama-sama berkumis.

kartu as sekop kucing deck kartu kucingjoker kartu kucing

Diperoleh: 12 April 2006 | Kontributor: sendiri | Asal kartu: Jakarta | Pembuat: Umbra, Kanada| Bahan: art carton | Ukuran: 127 mm x 53 mm | Cetak: offset