Meong Agak Lonjong

28 Jul

kotak kartu kucing kotak kartu kucing
KARTU INI AGAK LONJONG. Bertemakan kucing. A, K, Q, J sampai Joker semuanya bergambar meong hasil repro lukisan. Kartu As sekop, yang biasanya menjadi andalan sebuah merek kartu, bergambar kucing bali.

Kartu yang kalau dipegang serasa irisan tipis-memanjang mangga ini dikemas dalam wadah mirip kapsul. Desainnya fancy, hijau segar, dan ehm… rada feminin. Padahal penggemar kucing tak hanya wanita kan?

Jika menyangkut pria maka kaum adam sering disamakan dengan kucing. Mungkin karena sama-sama berkumis.

kartu as sekop kucing deck kartu kucingjoker kartu kucing

Diperoleh: 12 April 2006 | Kontributor: sendiri | Asal kartu: Jakarta | Pembuat: Umbra, Kanada| Bahan: art carton | Ukuran: 127 mm x 53 mm | Cetak: offset

Share

Kartu Taman Safari

17 Oct

SEBERAPA JAUH JARAK KOTA BOGOR DAN TAMAN SAFARI INDONESIA DI CISARUA? Ada tiga bloggers yang dapat menjawab. Yakni Mpok Bina, Jeng Bril, dan Nona Golda. Kalau hitungan saya sih sekitar 24 km — tidak melewati jalan tol.

Lantas apa urusannya dengan kartu remi? Nggak ada. Tapi kalau mau maksa, ada pertanyaan: apakah di TSI juga dijual kartu remi? Saya lupa, selain kaos dan stiker apakah ada juga merchandising berupa kartu. Setidaknya berdasarkan kunjungan saya terakhir kali, pertengahan 2004, tak ada kartu di sana.

Nah, misalkan TSI bikin kartu macam ini, kayaknya menarik juga. Bisa memampangkan koleksinya sebagai foto, bisa juga berupa kartun seperti kartu ini.

Lantas ini kartu mana? Amrik. Apakah untuk kebun binatang atau taman safari sana? Entah. Mereknya sih Pier1 Imports, Fort Worth, Texas 76161, USA, dengan harga tertera US$ 1,75.

Yang pasti kartu ini menyebut diri “made in Indonesia“, bukan “made to oder” [kalau ini pasti bikinan Bali] maupun “made in heaven“. Memang untuk diekspor. Dan seperti halnya produk garmen untuk ekspor, ada saja yang tercecer di pasar lokal, termasuk kartu ini yang ternyata dijual di sebuah toko di Jalan Dewi Sartika, Bogor.

Diperoleh: Juli 2003 * Kontributor: Tiksna Pramudita & Evie Soetomo * Asal kartu: Bogor * Pembuat: N.N. untuk Pier 1 Imports, USA * Bahan: art carton * Ukuran: 67 mm x 87 mm * Cetak: offset

(Pindahan dari tempat lama)

Share

Kartu Wayang Buatan Nyonya

28 Sep

kartu wayangKARTU INI BUATAN SEORANG IBU RUMAH TANGGA, KETURUNAN BELANDA, DI YOGYAKARTA, SEKITAR 1978-1979, DAN DIPASARKAN MULAI AWAL 80-AN. Digambar sepenuhnya manual, tanpa bantuan komputer — kecuali, tentu, saat repro dan separasi warna.

Sungguh menyesal saya tak ingat nama Ibu itu. Saya cari di Dokumentasi Kompas tak ada hasil karena arsip masa itu belum didigitalkan.

Saya sudah menanya Pak Julius Pour, wartawan Kompas yang saat itu memimpin Biro Jateng & DIY, dan menulis feature tentang Ibu itu dan karyanya. Tapi JUP, demikian nama tulisnya, tak ingat tulisan itu kira-kira di bulan apa pada tahun berapa. Nama Ibu itu pun dia lupa, padahal setahu saya JUP, teman ayah saya itu, di masa mudanya adalah wartawan berdaya ingat kuat, bisa wawancara tanpa mencatat.

Beruntung, setelah jadi mainan adik-adik saya, dengan karton pembungkus raib, kartu ini masih terselamatkan. Lusuh tapi berharga.

Barangkali Lantip bisa menanyakan ke Karta Pustaka, siapa gerangan Ibu yang mendesain kartu dengan As Sekop Gunungan, Raja Daun Keriting berupa Prabu Kresna, Joker berupa Cakil, dan dek berupa motif batik kawung. Kenapa Karta Pustaka, karena kalau saya tak salah ingat lembaga itu pernah menjual kartu ini.

Diperoleh: 1980 * Kontributor: sendiri * Asal kartu: Yogyakarta * Pembuat: belum diketahui * Bahan: art carton * Cetak: offset

Share

Babad Tanah Mongol(ia)

27 Sep

kartu jengis khan

ORANG MONGOL DAN MONGOLIA. Saya mengenal itu dari guru sejarah di SD [tentang Kubilai Khan] dan Kho Ping Hoo. Mongol, dalam benak naif saya sampai hari ini, adalah Cina yang beda dari Cina yang saya kenal. Maksud saya dari segi ekspresi aristik [pakaian, ragam hias, dan... masakan seperti yang di Pluit itu].

Hmmm, masakan. Sajian mongolia saya cicipi pertama kali di sebuah kedai di Taiwan. Tetamu meramu sendiri masakanannya, yang serbadaging sapi, lantas mencemplungkannya bersama saur segar ke dalam wajan besar.

Memang bukan masakan Cina seperti yang saya kenal di Jawa Tengah. Mongol dan Mongolia memang bukan Cina. :) Tapi mongoloid adalah ras kebanyakan orang Asia.

kartu mongol Kartu dari Mongolia ini seperti sebuah babad [klik gambar kecil untuk memperbesar]. Raja Sekop dengan mangkok di tangan, adakah dia Jengis Khan yang bernama asli Temujin [1155-1167]? Mangkok apakah itu? Atau cawan — tapi kok terlalu besar?

Raja Klover [ah, lebih enak Raja Semanggi] meneropong dengan teleskop, alat penting untuk bangsa penjelajah yang tak gentar berperang.

Ratu Berlian dengan busana yang tampaknya mengilhami para desainer dalam merancang busana berkerudung.

Jack [atau Joko saja ya, toh sama-sama nama umum untuk wong Jawa] dari Bani Jauhari [lha ya, wong mewakili diamond] sedang membuat api. Tapi api untuk apa? Memasak? Kenapa di dekat karpet?

Ah, terlalu banyak pertanyaan di sini. Supaya kesebalan Anda komplet, lihatlah Joker. Bukan badut kocak, melainkan macan serigala galak yang memegang anak panah, dan satunya lagi mengibarkan pataka.

Peperangan dahsyat, memang bagian dari sejarah orang-orang Mongol. Merpati itu, adakah lambang perdamaian?

Pepatah latin mengatakan si vis pacem para bellum: untuk mewujudkan perdamaian bersiagalah untuk perang. Berbau doktrin kewiraan dan Menwa — bangsa Indonesia adalah bangsa yang cinta damai, tapi lebih utama lagi mencintai kemerdekaan. Eh, bukannya ini nilai universal?

Diperoleh: 23 Maret 1996 * Kontributor: Seno Gumira Ajidarma * Asal kartu: Mongolia * Pembuat: HRG Tiskarna * Bahan: art carton * Cetak: offset

(Pindahan dari tempat lama)

Share

Jumawanya Amrik di Irak

12 Sep

saddam hussein uday hussein tariq aziz

KETERLALUAN! Sudah merasa paling benar sendiri, lantas menyerbu dan menduduki negeri lain, membunuh tokoh di tanah jajahan, menangkap pemimpin negeri itu dan memenjarakannya, masih pula mempermalukan negeri itu. Ya begitulah Amerika di bawah Bush yang bushyet.

wanted!Ketika Amrik meyerbu Irak, maka otak bisnis dan propaganda pun bersekongkol. Salah satu hasilnya adalah kartu remi berisikan wajah dan nama-nama petinggi Irak yang dibaikan kepada serdadu yang ditugaskan ke Irak. Alasan resminya: untuk mempermudah pencarian.

Setelah penyebaran olok-olok terhadap kabinet Saddam Hussein di tahap serdadu rampung, reproduksi kartu itu dijual untuk umum. Hasil penjualan disalurkan kepada badan-badan amal militer Amrik.

Sebagai kartu bikinan The United States Playing Card Company — yang dalam bungkusnya dengan bangga menyebut “from the maker of Bicycle Brand Playing Cards” — barang ini jelek.

Reproduksi foto-foto tokoh Irak sangat buruk. Ada yang sangat kasar rasternya, seolah mengambil dari thumbnail di halaman web dan hasil capture video. Sungguh pekerjaan amatir. Apa susahnya membeli, bahkan meminta foto, dari kantor berita?

kartu propaganda amerika kartu propaganda amerika
Sudah fotonya buruk, masih kurang lengkap. Ada 13 kartu tanpa foto, hanya berupa ikon siluet. Misalnya Rafi Abd Al-Latif Tilfah, Direktur Keamanan Umum. Memang, di banyak negeri yang namanya tampang petinggi intelijen itu jarang dipublikasikan — seperti L.B. Moerdani dulu, sebelum jadi Panglima TNI: tak suka difoto. Tapi masa iya sih penerbit kartu tak sanggup menyewa seniman untuk menggambar wajah?

Apa boleh buat, kartu ini memang sarana propaganda. Pembuatannya seolah tergesa dipepet tenggat. Tapi sebagai saksi sejarah peperangan dan kepongahan sebuah negara besar, kartu ini bernilai. Tentu yang lebih bernilai lagi adalah versi aslinya yang dikirim ke Irak.

Dengan dek loreng militer, begitu pun bungkusnya, kartu ini merupakan bagian dari dagangan Great USA Flag. Dagangan lainnya adalah poster dan kaos Iraqi Most Wanted.

Diperoleh: 22 Mei 2003 * Kontributor: sendiri [pesan via internet] * Pembuat: The US Playing Card Co untuk Great USA Flag * Bahan: art carton * Cetak: offset

(Pindahan dari tempat lama)

Share